Mengenal keluhan ADHD pada Anak dan Terapi untuk MerangsangSaraf Motorik dan Sensorik

  1. Pendahuluan
    Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perkembangan saraf
    yang ditandai dengan kesulitan memusatkan perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas.
    Anak dengan ADHD sering mengalami tantangan dalam belajar, regulasi emosi, serta
    perkembangan motorik dan sensorik. Terapi berbasis gerakan merupakan salah satu
    metode efektif untuk membantu memperbaiki fungsi motorik, meningkatkan fokus, serta
    mengoptimalkan respons sensorik.
  2. Gejala dan Keluhan ADHD pada Anak
    Keluhan umum yang muncul pada anak dengan ADHD meliputi:
    – Kesulitan mempertahankan perhatian.
    – Sering bergerak atau gelisah berlebihan.
    – Sulit mengikuti instruksi.
    – Impulsif atau bertindak tanpa berpikir panjang.
    – Koordinasi motorik kurang baik.
    – Sensitivitas berlebih terhadap sentuhan, suara, atau cahaya.
  3. Peran Sistem Motorik dan Sensorik dalam ADHD
    Anak dengan ADHD sering mengalami ketidakseimbangan pada sistem motorik danbertugas menerima dan merespons rangsangan. Gangguan integrasi sensorik dapatmenyebabkan anak sulit berkonsentrasi, cepat gelisah, serta lambat merespons instruksi.Melalui terapi gerakan, sistem saraf anak dapat distimulasi sehingga membantumeningkatkan fokus dan mengurangi hiperaktivitas.
  4. Manfaat Terapi MST pada Anak ADHD
    – Meningkatkan fokus dan konsentrasi.
    – Mengurangi hiperaktivitas dan impulsivitas.
    – Menenangkan sistem saraf.
    – Menguatkan koordinasi motorik kasar dan halus.
    – Memperbaiki respons sensorik terhadap rangsangan.
    – Membantu pengaturan emosi dan perilaku.
  5. Kesimpulan
    ADHD adalah gangguan perkembangan yang membutuhkan penanganan berkelanjutan danstrategi yang tepat. Terapi gerakan merupakan salah satu metode yang efektif karenamemberikan stimulasi langsung pada sistem motorik dan sensorik. Dengan pendampinganyang tepat, anak dengan ADHD dapat berkembang dengan lebih baik dalam aspek fokus, kontrol tubuh, dan perilaku.

    Tinggalkan Komentar

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Scroll to Top